Wisata Candi Plaosan: Candi Kecil yang Dijuluki Candi Cinta

Candi Plaosan — Candi Plaosan atau yang biasa disebut sebagai Candi Kembar, memiliki dua bangunan utama yang terpisah. Dua bangunan tersebut kemudian diberi julukan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Wisata Candi Plaosan
https://en.wikipedia.org/wiki/Plaosan

Selain kedua bangunan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Ada juga beberapa Candi Perwara atau candi pendamping yang berdiri di sekitarnya. Sama seperti Candi Prambanan, Candi Plaosan juga didirikan oleh Raja Pikatan.

Letak Candi Plaosan juga tidak terpantau jauh dari lokasi Candi Prambanan. Kira-kira satu kilometer ke arah utara dari Candi Prambanan, Anda akan menjumpai candi yang di bangun oleh Raja Pikatan untuk Permaisurinya ini.

Lebih tepatnya, Candi Plaosan berdiri daerah desa Plaosan kecamatan Prambanan Klaten Jawa Tengah. Meski terletak di kota yang berbeda dengan Candi Prambanan, namun jarak antara keduanya tidaklah jauh.

Candi Plaosan di bangun oleh Raja Pikatan pada era kerajaan Medhang atau Mataram Kuno untuk Permaisurinya, Pramudyawardani. Jika Anda berkunjung ke Candi Plaosan, bisa jadi Anda menjadi saksi kisah cinta antara Raja Pikatan dan Pramudyawardani.

Selain bentuk bangunannya, mungkin alasan dibalik pembangunannyalah yang membedakan Candi Plaosan dengan Candi Prambanan. Jika Candi Plaosan di bangun karena wujud cinta Raja Pikatan pada Pramudyawardani.

Maka menurut legendanya, arca di Candi Prambanan di bangun atas dasar kemurkaan Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang. Seperti yang diceritakan, Roro Jonggrang mencurangi Bandung Bondowoso, dia menolak lamaran Bandung Bondwoso.

Ada juga mitos yang mengatakan jika Anda berkunjung ke Candi Plaosan bersama pasangan, maka cinta kalian akan menjadi abadi. Seperti kisah cinta antara Raja Pikatan dan Permaisurinya, Pramudyawardani.

Berbalik dengan mitos jika mengunjungi Candi Prambanan, dikatakan jika Anda mengunjungi Candi Prambanan bersama pasangan. Maka kisah cinta Anda akan berakhir seperti cinta Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Wow, cukup menarik ya mitos mengenai Candi Plaosan dan Candi Prambanan. Lalu akan bagaimana jadinya jika setelah berkunjung ke Candi Prambanan bersama pasangan Anda melanjutkan perjalanan ke Candi Plaosan. Hmm patut dicoba sepertinya.

Candi Plaosan juga disebut sebagai Candi Cinta karena setiap ornamennya dibuat berpasang-pasangan. Seperti pintu gerbang berpasangan, juga bangunan candi yang ada dua dan lokasi candi yang terbagi dua, Utara dan Selatan.

Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor memilik dua bangunan candi utama, yang disebut Candi Induk Utara dan Candi Induk Selatan. Baik Candi Induk Utara maupun Candi Induk Selatan memiliki tampilan relief yang berbeda.

Candi Induk Utara yang berada di sebelah kiri, didominasi dengan relief-relief bertemakan wanita. Sementara relief yang ada di Candi Induk Selatan lebih di dominasi relief tentang laki-laki.

Pada Candi Induk Utara dan Candi Induk Selatan dikelilingi 116 Stupa Perwara, serta 50 Candi Perwara dan sebuah parit buatan. Di dalam bangunannya juga terdapat masing-masing enam Arca Dhyani Boddhisatwa.

Meskipun dari arsitektur bangunan hingga keberadaan stupa dan arca Budha, serta adanya candi-candi pendamping. Menunjukkan bahwa Candi Plaosan adalah candi bagi penganut agama Budha.

Ternyata, gaya arsitektur Candi Plaosan tidak sepenuhnya menggambarkan agama Buddha. Melainkan seni arsitektur Candi Plaosan merupakan perpaduan antara agama Buddha dengan Hindu.

Alasan kenapa Candi Plaosan bercorak Hindu dan Buddha adalah karena Raja Pikatan berasal dari Kerajaan Mataram wangsa Syailendra. Sementara Permaisuri Pramudyawardani dari Kerajaan Mataram wangsa Sanjaya.

Pada masa kerajaan mataram ada dua wangsa kepemimpinan, yaitu wangsa Syailendra dan wangsa Sanjaya. Perbedaan dari kedua wangsa tersebut adalah agama yang di anut.

Wangsa Sanjaya menganut agama Hindu, sementara wangsa Syailendra menganut agama Buddha. Meskipun menganut keyakinan yang berbeda, namun kenyataannya, Sanjaya masih keturunan Syailendra.

Latar belakang tersebut kemudian menambah keyakinan masyarakat mengenai kekuatan cinta antara Raja Pikatan dan Permaisuri Pramudyawardan. Seolah tidak ada halang rintang yang mampu menggoyakan cinta mereka.

Satu lagi yang perlu Anda lihat jika berkunjung ke kompleks Candi Plaosan Lor. Di bagian utara kompleks ada bagian selasar yang terbuka yang menyimpan beberapa arca Buddha.

Candi Plaosan Selatan

Candi Plaosan Selatan lebih sering disebut sebaga Candi Plaosan Kidul. Seperti alun-alun selatan Yogyakarta, yang disebut sebagai alun-alun kidul (alkid). Kidul merupakan penyebutan arah dalam bahasa jawa.

Candi Plaosan Kidul memiliki beberapa arca dan stupa, beberapa perwara yang ada pun sudah dipugar. Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo yang di keliling delapan candi yang terbagi dalam dua tingkat.

Berkunjung ke Candi Plaosan Kidul, mungkin Anda akan bertemu tiga sosok yang di anggap ‘Ibu dari semua Budda’. Tiga sosok tersebut adalah, Tathagata Amitbha, Vajrapani, dan Prajnaparamita.

Jika Anda berkunjung ke Candi Plaosan kemudian tidak menemukan relef, patung, tata bentuk bangunan candi seerti yang diceritakan. Mungkin pihak pengelola merubah letak patung dan arca dengan alasan tertentu.

Pada Oktober 2003, Candi Plaosan Kidul sempat menjadi perbncangan. Karena ditemukannya Prasasti yang terbuat dari emas berukuran 18,5 cm x 2,2 cm, di dekat Candi Perwara.

Prasasti tersebut ditulis dalam huruf Jawa Kuno dan menggunakan bahasa Sansekerta. Hingga saat ini, isi prasasti tersebut belum di ketahui, namun diyakini berasal dari abad ke 9 sesuai dengan abad berdirinya candi.

Secara khusus, Candi Plaosan Kidul ditemukan pada Agustus 1909 oleh seorang ilmuwan bernama Ijzerman. Awalnya, Ijzerman menemukan 16 anak candi dalam kondisi rusak.

Menurut Korm, seorang ilmuwan asal BelAnda, Candi Plaosan memiliki ciri khas tersendiri. Ciri itu terletak pada bagian dinding teras yang halus. Menurut Korm, hal ini berbeda dengan bangunan candi lainnya yang terkesan kasar.

Study Tour di Kawasan Candi Plaosan

Candi Plaosan Jogja
https://coretanpetualang.wordpress.com/petualangan-candi/jelajah-candi/candi-plaosan-kemegahan-candi-kembar-dibalik-reruntuhan/

Ada banyak sekali keuntungan jika Anda melakukan Study Tour ke Candi Plaosan. Salah satunya adalah areanya yang tidak jauh dari Candi Prambanan. Jadi Anda bisa melakukan perajalanan dari Candi Prambanan ke Candi Plaosan.

Anda juga bisa menambah pengetahuan dengan mempelajari perpaduan kebudayaan agama Hindu dengan agama Budha yang nama pada arsiektur dan peninggalan arca di Candi Plaosan.

Memanfaatkan jasa pemandu wisata untuk mengadakan Study Tour, Anda juga bisa memanfaatannya untuk mengatur jadwal mengkuti Festival Candi Kembar di daerah sekitar Candi Plaosan.

Fesitval Candi Kembar diadakan di kawasan Candi Plaosan sebagai Festival Tahunan. Bekerja sama dengan ISI Surakarta Festival Candi Kembar menyajikan tarian-tarian dari seluruh nusantara.

Merupakan Festival terbesar yang di adakan di daerah Klaten. Pemerintah daerah Klaten bertujuan untuk membangun dan memperkenalkan desa wisata Klaten melalui Festival Candi Kembar di Candi Plaosan.

Segera hubungi nomor pemandu wisata untuk mengatur jadwal liburan Anda bersama teman, pasangan dan keluarga untuk berkunjung ke Candi Plaosan. Nikmati sensasi cinta sejati Raja Pikatan dan Pramudyawardani hanya di Candi Plaosan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *