Indonesia ranked #6 the most beautiful country in the world on a new list

The famous British publisher, Rough Guides, recently held a global poll about the most beautiful country in the world. As a result, Indonesia is ranked sixth in the world, but the most beautiful in the Asian.

The results of the Rough Guides poll confirmed Indonesia’s position as a world-class tourist destination.

What is interesting from Indonesia according to the netizens? Many. From the rural atmosphere, the calm of the remote islands, to the towering mountain peaks. Indonesia is considered very attractive because it has 17,508 islands from west to east which have an extraordinary diversity of flora and fauna.They mentioned temples and surfing spots in Bali as some of the popular tourist attractions in Indonesia.
and they are fascinated by customs, cuisine and languages. Bali is known for its temples and world-class surfing points, Lombok because of its charming beaches, wild orangutans in its natural habitat, and so on.

Temples in Yogyakarta

Borobudur Temple – The Amazing Buddhist temple

Borobudur is the biggest Buddhist temple in the ninth century measuring 123 x 123 meters. It is located at Magelang, 90-km southeast of Semarang, or 42-km northwest of Yogyakarta. Borobudur temple is the one of the best-preserved ancient monument in Indonesia that are most frequently visited by over a million domestic as well as foreign visitors. It also had been acclaimed by the world as a cultural heritage main kind. The architectural style has no equal through out the world. It was completed centuries before Angkor Wat in Kamboja. Borobudur is one of the world’s most famous temples; it stands majestically on a hilltop overlooking lush green fields and distant hills. Borobudur is built of gray andesite stone. It rises to seven terraces, each smaller than the one below it. The top is the Great Stupa, standing 40 meters above the ground. The walls of the Borobudur are sculptured in bas-reliefs extending over a total length of six kilometers. It has been hailed as the largest and most complete ensemble of Buddhist relieves in the world, unsurpassed in artistic merit and each scene an individual masterpiece.

Borobudur temple built in the eighth century by the Cailendra dynasty, is believed to have been derived from the Sanskrit words “Vihara Buddha Uhr” the Buddhist Monastery on the hill. Borobudur is a terraced temple surmounted by stupas, or stone towers; the terraces resemble Indonesian burial foundations, indicating that Borobudur was regarded as the symbol of the final resting place of its founder, a Syailendra, who was united after his death with the Buddha. The Prambanan temple complex is also associated with a dead king. The inscription of 856 mentions a royal funeral ceremony and shows that the dead king had joined Shiva, just as the founder of the Borobudur monument had joined the Buddha. Divine attributes, however, had been ascribed to kings during their lifetimes. A Mahayana inscription of this period shows that a ruler was said to have the purifying powers of a bodhisattva, the status assumed by the ruler of Shrivijaya in the 7th century; a 9th-century Shaivite inscription from the Kedu Plain describes a ruler as being “a portion of Shiva.”

Visit Borobudur sunrise

Borobudur is situated about an hour outside of Yogyakarta. You can either stay in Yogyakarta and take a tour to the temple, or you can stay near Borobudur (which is what we did). If you want to see the sunrise, then it is recommended via Manohara and you have to gather at Manohara before 4.30am to join in on the sunrise tour. The best time is coming around 05.30 in the morning. The journey from downtown of Yogyakarta can be taken approximately 2 hours drive. So you better get up early in the morning. we are getting up around 4 AM, and leave at 4.15 AM.

Actually there is another way to enjoy Borobudur temple differently. Also If you are curious to see the Borobudur Temple which is seemed like floating in the thin mist. That means you definitely have to visit to this hill named Punthuk Setumbu.

Punthuk Setumbu Hill is one of the hill which is quite high with great panorama view in the region of Borobudur. It is located in the village of Karangrejo, Borobudur, Magelang, Central Java

Prambanan Temple – The Beautiful Hindu Temple

Wisata Candi Prambanan

wisata candi prambanan sleman
wisata Candi Prambanan Jogja

Queen Boko Temple

Situs ratu Boko Yogyakarta Candi ratu boko di jogja

Plaosan The Twin Temples

Wisata Candi Plaosan Candi Plaosan Jogja study Tour Candi Plaosan

Nglambor Beach for snorkeling

Nglambor Beach — in general the waves in the southern seas are like drugs with high intensity but endanger visitors who want to swim and most beaches in the southern seas provide a beautiful panorama, but in Nglambor beach in Gunung Kidul you can also enjoy snorkeling.
This is also what might make many people go to Bali or Papua for snorkeling or diving to the sea floor. Now you don’t need to go far outside Java to snorkel.

One of the beaches is Nglambor beach, it is in Purwodadi Village, Tepus District in Gunung Kidul, Yogyakarta. The location is still the same on the southern sea coast, but the difference is the presence of two giant coral reefs that guard the edge of this beach.

Even if you decide to walk you will not feel loss because the scenery presented to the beach location is very beautiful. Expanse of vast sea with clear water and some coral reefs.

Slither on the right and left side of the Nglambor beach you will find two cliffs of Karang that stand firmly guarding the Nglambor beach area. These two cliffs of the Reef are also the ones who drive the fierce South Coast waves.

Thanks to the two coral cliffs, namely “Watu Kalong” and “Watu Kuntul” the Nglambor beach area can be used as a snorkeling location. The two cliffs of the Reef drive the waves to protect the coral reefs on the Nglambor beach.

The slank of the existence of two of Exotis Pantai Nglambor’s coral reefs also presents a number of permanent residents in the form of fish from the types of Seargeant Major, Jambron, and several small fishes which turned out to be cultivated by the surrounding community.

Holding the tradition of “Ngalangi” the people around the beach nglambor forbid visitors and the surrounding community from taking and catching fish species and coral reefs around the Nglambor coast.

fish that become permanent residents of the Nglambor beach and also conservation for coral reefs that live on the Nglambor coast.

So don’t be surprised if you go there and still see the exoticism of the Nglambor beach that grows naturally and is well guarded by the surrounding community. You as a visitor must also be obliged to preserve the nature of the beach in Nglambor.

Destinasi Desa Wisata Krebet Jogja

Desa Wisata Krebet Jogja

Desa Wisata Krebet Yogyakarta  — Sudah tidak heran lagi jika kota Jogja memang istimewa. Pasalnya kota ini menawarkan destinasi berbagai wisata yang menarik baik itu destinasi sejarah, budaya, kerajinan bahkan alam. Kota ini sangat terkenal baik itu oleh wisatawan lokal maupun luar negeri.

Desa Wisata Krebet  Jogja
http://santapjogja.com/desa-wisata-krebet-mengintip-tradisi-batik-di-media-kayu-yang-tersohor-2/

Kota gudeg ini selalu dipadati pengunjung setiap tahunnya. Terlebih pemerintah kota Yogyakarta sering mengupdate desa-desanya menjadi desa wisata. Terdapat puluhan desa wisata yang di tawarkan oleh kota Jogja. Masing-masing mempunyai keunikannya tersendiri.

Kali ini kami akan menawarkan sebuah destinasi desa wisata yang menarik untuk Anda kunjungi. Desa wisata ini mempunyai keunikan dibanding desa lain. Desa ini merupakan pengrajin batik dari kayu. Batik kayu menjadi sumber penghasilan utama warga sekaligus icon Desa Wisata Krebet. Berikut ulasan mengenai Desa Wisata Krebet !

Mengenal Sejarah Desa Wisata Krebet

Berbicara mengenai Desa Wisata Krebet dulunya merupakan bentangan hutan yang berada diatas bukit Slarong dan belum memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal, lama-kelamaan dari masyarakat seberang timur dan barat mencoba membuka hutan tersebut untuk lahan pertanian.

Salah satu nenek moyang desa Krebet yang bernama Kasem, pada waktu itu mencoba membuka hutan diperbukitan Slarong. Beliau juga menggarap ladang di tempat tersebut. Untuk menyebut tempat yang ditinggalinya itu, Beliau menamakan Krebet yang diambil dari pohon Krebet yang tumbuh di hutan tersebut.

Pohon Krebet ini sampai sekarang masih ada dan terjaga, tepatnya diperempatan dekat dengan sanggar Punowakan dan di Sendang Tirto Waluyo Anda akan menemukan pohon Legendaris Desa Wisata Krebet ini.

Desa Krebet ini adalah sebuah daerah bertanah kapur yang tandus. Pada awalnya warga desa Krebet mengandalkan pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama. Namun, karena kegiatan pertanian berlangsung musiman, maka warga setempat mengembangkan keahlian lain untuk membuat barang-barang kerajinan dari kayu yang dibatik.

Lokasi Desa Wisata Krebet

Desa wisata Krebet ini terletak di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Terletak di Bukit Selarong, terkenal sebagai tempat pertapaan Pangeran Diponegoro, Krebet berbatasan dengan Desa Guwosari, Triwidadi dan Bangunjiwo.

Pesona Batik Kayu Desa Wisata Krebet

Desa asri ini mempunyai keunikan tersendiri dibanding yang lain. Jika biasanya Anda mengenal batik yang digambar di atasa kain, maka batik yang dihasilkan oleh warga Dusun Krebet adalah di atas kayu. Suatu hal yang bisa membuat Anda penasaran dengan Krebet.

Warga Krebet yang kreatif berhasil memanfaatkan kayu sebagai media untuk membatik hingga mampu menghasilkan karya-karya cantik bernilai tinggi yang mempunyai nilai artistik dan banyak diminati oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Proses membatik dengan media kayu tentunya akan membutuhkan keterampilan tersendiri, sangat berbeda dengan membatik di atas kain. Polanya cukup sulit karena dibuat secara manual, tidak dicetak dan tentunya membatik dengan media kayu membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.

Motif batik kayu yang ditawarkan Desa Wisata Krebet ini sangat beragam seperti motif parangbarong, kawung, parangrusak, garuda, sidorahayu, sidomukti, beserta motif lainnya. Berbagai motif yang ditawarkan ini sangat unik dan cantik, dan tentunya memiliki nilai estetika yang tinggi.

Bukan hanya kerajinan batik kayu saja yang ditawarkan. Desa Wisata Krebet juga menghasilkan produk kerajinan lain seperti,  topeng, wayang, almari, aksesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, dan hiasan batik kayu lainnya dengan kisaran harga mulai dari yang murah hingga jutaan.

Selain itu, kerajinan dari Desa Wisata Krebet ini juga menawarkan kerajinan mebel bambu dan kayu, tatah sungging, genteng kayu, dan beberapa kerajinan dalam skala kecil seperti pisau dapur, irus, bahkan tikar anyam.

Banyak karya kerajinan yang dihasilkan oleh Desa Wisata Krebet ini. Selain hal itu, di kampung wisata ini terdapat empat puluh sanggar untuk berlatih membatik kayu. Warga desa wisata ini sangat ramah sehingga Anda tidak perlu khawatir jika mengunjungi Desa Krebet.

Tradisi Upacara Merti Desa Wisata Krebet

Desa Wisata Krebet ternyata masih kental dengan adatnya yang unik. Warga Krebet sangat rutin menyelenggarakan sebuah upacara Merti Dusun Krebet. Upacara ini merupakan sebuah bentuk ungkapan syukur warga Krebet kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah.

Upacara ini berlangsung dengan pengarakan gunungan yang berisi bahan makanan pokok dan menyusuri jalan dusun Krebet oleh para warga yang membawa ubo rampe kenduri. Setelah gunungan diarak sampai pendapa, gunungan tersebut diserahkan kepada sesepuh untuk dido’akan, kemudian gunungan tersebut dibagikan kepada warga dengan cara rebutan.

Seni Budaya Desa Wisata Krebet

Study Tour Desa Wisata Krebet
https://humas-polsekpajangan.blogspot.co.id/2017/03/asisten-deputi-iv-kementrian.html

Desa Wisata Krebet ini sangat kaya akan budayanya. Ada beberapa acara seni dan budaya yang kerap ditampilkan di Desa Wisata Krebet, seperti Jathilan, Karawitan bahkan Sekat Ali Mocopot yang sangat terkenal di desa tersebut.

Jathilan merupakan kesenian yang menyatukan tarian dan kekuatan magis. Para penari biasanya akan kerasukan roh halus sehingga mampu bergerak mengikuti irama musik dan memakan benda-benda tajam seperti silet ataupun kaca tanpa mengalami rasa sakit.

Karawitan juga merupakan seni budaya yang terdapat di Desa Wisata Krebet ini. Seni musik bercita rasa tinggi yang terlengkap di dunia dan hanya terdapat di Indonesia. Di tempat ini, Anda bisa belajar karawitan langsung pada ahlinya.

Sedangkan Sekat Ali Mocopot adalah lagu tradisional Jawa yang lazim dimainkan pada Zaman Majapahit dan Kerajaan Demak. Kesenian ini berupa lagu-laguan yang dinyanyikan menurut kitab-kitab zaman Mataram Baru.

Study Tour Desa Wisata Krebet Jogja

Anda tertarik untuk mengunjungi Desa Wisata Grogol ini? Bagi Anda yang berasal dari luar daerah atau hanya ingin sekedar merasakan kehidupan di pedesaan dan belajar kerajinan batik kayu, jangan khawatir mengenai bagaimana persiapan penginapan dan lain-lain. Sekarang, di Desa Wisata ini telah disediakan homestay yang dapat dipesan pada pengelola wisata.

Selama berlibur di sini, Anda bisa tinggal atau menetap sementara untuk beberapa hari di Desa Wisata Krebet ini, terutama bagi Anda yang suka berpetualang tentu akan menemukan banyak hal baru tentang kehidupan lain di luar kehidupan kota.

Untuk mempermudah perjalanan dan kebutuhan Anda, ada baiknya jika Anda memanfaatkan para guide yang menyediakan paket study tour ke Desa Wisata Krebet ini. Nah, jika Anda memang berniat untuk memakai jasa guide, Anda bisa langsung menghubungi kami.

Tentunya kami menyediakan fasilitas  yang lengkap berupa alat transportasi, penginapan, makanan dan guide yang akan mendampingi dan menceritakan perjalanan Anda selama di Desa Wisata Krebet ini. Selain itu, Anda bisa mengajak rombongan Anda untuk berlibur kemari.

Anda hanya tinggal menghubungi kami dan memberikan informasi mengenai berapa jumlah rombongan juga apa yang perlu dipersiapkan, kami bersedia untuk melayani dan memberikan yang terbaik untuk Anda.

Itulah pesona Desa Wisata Krebet, Sudah Ada gambaran bukan? Tidak ada ruginya jika Anda mengunjungi Desa Wisata ini.